Arca Totok Kerot
Hm, Arca Totok Kerot, terletak di Dusun Bulupasar,
Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Arca
dwarapala yang seharusnya berpasangan ini hanya tinggal satu.
Arca Totok Kerot terletak sekitar 6,5 Km dari pusat Kotamadya Kediri atau sekitar 2 Km dari
Simpang Lima Gumul.
Dari Terminal
Kediri, bisa naik bus
jurusan Malang dan turun di Simpang Lima Gumul. Atau, bisa juga naik
angkot menuju Simpang Lima Gumul. Biaya sekitar Rp 3.000,-
> Dari sini, kita bisa
jalan kaki atau naik ojek/ becak [tapi sangat jarang di daerah ini]
sejauh 2 Km dengan mengikuti papan petunjuk yang bertuliskan PAGU.
> Pedomannya, setelah
Simpang Lima Gumul, kita akan melewati pemukiman penduduk, selanjutnya
melewati persawahan. Nah, sebelum memasuki desa selanjutnya, perhatikan
kanan jalan, akan ada jalan yang langsung menuju arca. Mobil bisa
langsung lewat dan dari jalan desa tersebut, Arca Totok Kerot sudah
terlihat.
Arca Totok kerot merupakan arca dwarapala setinggi
tiga meter yang terbuat dari batu andesit. Keadaan Arca Totok Kerot
sangat mengenaskan, tangan kirinya sudah menghilang dan ada retakan
besar pada bahu kanannya. Arca Totok Kerot memakai kalung dan anting –
anting bermotif tengkorak. Ada hiasan di dadanya, serta memakai aksesori
di tangan, kaki, serta perutnya.
Arca Totok Kerot merupakan peninggalan Kerajaan
Kediri karena adanya hiasan Candrakapala, berupa tengkorak bertaring
diatas bulan sabit. Hiasan Candrakapala merupakan lambang dari Kerajaan
Kediri dan hiasan ini terletak di atas kepala Arca Totok Kerot.
Kemungkinan besar, Arca Totok Kerot
merupakan pintu gerbang sebelah barat istana kerajaan atau juga
merupakan pintu masuk ke sebuah candi. Entahlah, tak ada yang tahu
karena tidak pernah dilakukannya penggalian disekitar arca.
Sejarah Penemuan
Arca Totok Kerot
Sebelum Direnovasi, Difoto Sekitar Tahun 1986 - 1989
Sekitar tahun 1981, penduduk sekitar melaporkan ada
benda besar dalam sebuah gundukan di tengah sawah dan berada di bawah
pohon besar. Pada tahun itupulalah gundukan tersebut dibongkar hingga
memperlihatkan sosok Arca Totok Kerot. Namun, penggalian hanya
menampakkan setengah badan bagian atas dari arca.
Pada tahun 1983, pemerintah mulai memperbaiki daerah
sekitar Arca Totok Kerot dengan membangun jalan menuju arca dan menutup
gorong – gorong di depan arca. Arca Totok Kerot masih dibiarkan terbenam
setengah badan di dalam tanah.
Tahun 2003, penggalian kembali dilakukan pada Arca
Totok Kerot. Arca diangkat sepenuhnya dari dalam tanah dan dibuatkan
tempat dudukan arca dari beton. Disekitar arca yang dulunya berpagarkan
kayu mulai dibuatkan pagar dari besi. Kondisi arca dipercantik dengan
dibuatkan taman kecil serta pos penjagaan.
Legenda
Legenda bercerita bahwa Arca Totok Kerot
merupakan penjelmaan dari Putri dari daerah Lodoyo, Blitar. Tersebutlah
pada zaman dahulu sang putri ingin melamar Raja Joyoboyo dari Kerajaan
Kediri. Raja Joyoboyo menolak lamaran tersebut hingga pecahlah perang
antara kedua belah pihak. Kemenanganpun diraih oleh Kerajaan Kediri dan
Raja Joyoboyo mengutuk sang putri menjadi batu berwujud raksasa.
Masyarakat Kediri juga memiliki legenda
tersendiri tentang Arca Totok Kerot. Masyarakta beranggapan bahwa Arca
Totok Kerot terbenam separuh badan karena arca tersebut sangat berat,
hingga tanah dibawah arca tidak kuat menopang berat arca. Kenyataannya,
Arca Totok Kerot bukan tenggelam karena kelebihan berat badan dan kurang
diet, melainkan penggalian yang tidak dilanjutkan.
Masih ada legenda tentang Arca Totok
Kerot. Legenda ini masih berkesinambungan dengan legenda diatas, bahkan
lebih heboh daripada legenda berpindahnya Arca Ganesha Boro. Disebutkan
bahwa Arca Totok Kerot pernah dipindah dari tempat asalnya dan
diletakkan di Alun – Alun Kota Kediri. Hanya dalam waktu semalam, Arca
Totok Kerot tidak betah akan tempat barunya. Arca Totok Kerot mulai
menyusun rencana melarikan diri.
Pada tengah malam, tiba – tiba saja
terkumpulah tujuh ekor sapi dan dua ekor gajah di alun – alun.
Kesembilan hewan tersebut lalu menarik Arca Totok Kerot menuju Dusun
Bulupasar, tempat asal sang arca. Karena Arca Totok Kerot teramat sangat
berat (seperti legenda nomor dua), hanya beberapa meter saja,
kesembilan hewan tersebut tidak kuat menarik arca dan meninggal karena
kecapaian.
Paginya, melihat Arca Totok Kerot telah
berpindah tempat dan adanya hewan – hewan tak bernyawa disekitarnya,
akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengembalikan lagi ke tempat
asalnya. Legenda ini dipercaya terjadi sekitar tahun 80’an, berselang
beberapa tahun semenjak Arca Totok Kerot diketemukan.
Kondisi Terkini
Walaupun berada di tengah sawah,nyatanya
Arca Totok Kerot ini sering dikunjungi wisatawan, apalagi kalau hari
libur. Sayangnya, wisatawab hanya singgah beberapa menit kesini setelah
sebelumnya sekadar berfoto dan mengagumi kemegahan arca tersebut. Plus
masih ada pedagang makanan yang setia berjualan disini.
Arca Totok Kerot Sudut –
Sudut Lainnya
Saat saya berkunjung kemari, tampak
beberapa wisatawan silih berganti ke situs ini. Beberapa naik kendaraan
bermotor dengan membonceng anak – anak mereka yang tampak antusias
melihat Arca Totok Kerot. Bahkan ada anak kecil yang awalnya sangat
bersemangat melihat arca hingga rebut sendiri di dalam mobil, namun
langsung menangis ketakutan karena melihat rupa arca yang mengerikan.
Anehnya, saat saya meminta izin masuk ke
dalam situs ke juru peliharanya, saya dilarang masuk. Katanya tidak
boleh tanpa disertai penjelasan ilmiah dan masuk akal. Hal yang sangat
aneh, padahal Arca Dwarapala di Singosari atau Arca Ganesha Boro boleh
dimasuki, dipeluk – peluk dan diajak foto bersama. Pada zaman dahulu,
Arca Totok Kerot yang masih terbenam juga boleh dimasuki.
Ya udahlah, karena tidak boleh masuk,
berarti hanya bisa memfoto dari luar pagar. Saat saya sedang memfoto
inilah saya kembali didekati Jupel situs dan bertanya,
“ Masnya mau naruh apa ?? Kalau mau naruh
sesuatu boleh masuk kok, “
Kontan saja saya mau tertawa, lha wong saya
cuma mau melihat arca yang terkenal seantero Kediri ini dari dekat (juga
kepengen tahu kehalusan arcanya, apakah lebih halus dari Arca Gayatri
di Candi Boyolangu) dengan tersenyumpun saya menolaknya. Kalau ga boleh
masuk ya ga usah masuk, simple ! Ternyata kalau diperhatikan ada
seseorang menaruh untaian buah kedondong belum masak di tangan kanan
arca.







0 komentar:
Posting Komentar